Apa Saja yang Harus Disiapkan Sebelum Memulai Investasi Reksa Dana Saham?

1 September 2026 Ditulis oleh Gilang
Featured

Key Takeaways

1. Pastikan kondisi keuangan dan dana darurat sudah siap sebelum mulai investasi reksa dana saham. Investasi sebaiknya dilakukan setelah cash flow sehat dan dana darurat tersedia, sehingga investasi jangka panjang tidak perlu dicairkan ketika ada kebutuhan mendadak.

2. Kenali profil risiko, tujuan, dan jangka waktu investasi sebelum memilih reksa dana saham. Reksa dana saham memiliki volatilitas yang relatif tinggi dan lebih sesuai untuk investor agresif dengan tujuan investasi jangka panjang.

3. Pahami produk dan mulai investasi dengan nominal yang sesuai kemampuan. Jangan hanya melihat return, tetapi pelajari strategi investasi, Manajer Investasi, komposisi portofolio, prospektus, dan Fund Fact Sheet, lalu investasikan secara konsisten sesuai kondisi keuangan.

Reksa dana saham bisa menjadi salah satu pilihan untuk membangun aset dalam jangka panjang. Dibandingkan jenis reksa dana lainnya, reksa dana saham memiliki potensi pertumbuhan yang lebih tinggi, tetapi juga disertai dengan volatilitas yang lebih besar.

Karena itu, sebelum mulai investasi reksa dana saham, ada beberapa hal yang perlu disiapkan terlebih dahulu Jangan sampai investasi baru berjalan beberapa bulan, kemudian terpaksa dicairkan karena uangnya dibutuhkan untuk kebutuhan lain. Apalagi ketika kondisi pasar sedang turun.

Lalu, apa saja yang perlu disiapkan?

Pastikan Kondisi Keuangan Sudah Sehat

Sebelum mulai berinvestasi, hal pertama yang perlu dilihat adalah kondisi cash flow.

Coba hitung berapa pendapatan yang kamu terima setiap bulan dan berapa banyak yang digunakan untuk kebutuhan. Mulai dari biaya tempat tinggal, makan, transportasi, cicilan, tagihan, sampai pengeluaran gaya hidup.

Dari sini kamu bisa melihat apakah setiap bulan masih ada dana yang bisa disisihkan untuk investasi.

Misalnya pendapatan kamu Rp8 juta per bulan dan total pengeluaran Rp6 juta. Berarti ada sekitar Rp2 juta yang bisa dialokasikan untuk tabungan atau investasi.

Sebaliknya, kalau pengeluaran justru lebih besar dari pendapatan, sebaiknya jangan langsung memaksakan diri untuk investasi. Rapikan dulu cashflow sampai ada ruang yang cukup untuk menyisihkan dana secara rutin.

Siapkan Dana Darurat Terlebih Dahulu

Hal berikutnya adalah dana darurat.

Dana darurat berfungsi sebagai cadangan ketika terjadi kondisi yang tidak direncanakan, seperti kehilangan pekerjaan, kebutuhan kesehatan, atau pengeluaran mendadak lainnya.

Kenapa dana darurat penting sebelum investasi reksa dana saham?

Karena reksa dana saham memiliki risiko volatilitas yang lebih besar dibanding instrumen lainnya. Nilainya bisa turun ketika kondisi pasar sedang mengalami koreksi.

Kalau kamu tidak memiliki dana darurat dan tiba-tiba membutuhkan uang ketika pasar sedang turun, investasi mungkin harus dicairkan pada saat yang kurang tepat.

Misalnya kamu memiliki investasi Rp50 juta. Ketika pasar turun, nilainya menjadi Rp42 juta. Pada saat yang sama, kamu membutuhkan Rp10 juta untuk kebutuhan mendesak.

Kalau tidak punya dana cadangan, kamu mungkin tidak punya pilihan selain menjual sebagian investasi tersebut. Artinya, penurunan nilai yang sebelumnya masih berupa kerugian di atas kertas menjadi kerugian yang benar-benar terealisasi.

Karena itu, dana darurat sebaiknya dipisahkan dari dana investasi.

Besarnya dana darurat tentu berbeda untuk setiap orang. Kondisi seperti jumlah tanggungan, stabilitas pekerjaan, dan pengeluaran bulanan perlu dipertimbangkan dalam menentukan jumlah yang sesuai.

Kenali Profil Risiko Kamu

Setelah kondisi keuangan cukup siap, hal berikutnya yang perlu diketahui adalah profil risiko.

Reksa dana saham memiliki tingkat volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap. Jadi, kamu perlu memastikan bahwa risiko tersebut masih sesuai dengan kemampuan dan kenyamanan kamu.

Secara umum, profil risiko investor dapat dibagi menjadi konservatif, moderat, dan agresif.

Investor konservatif biasanya lebih mengutamakan stabilitas dan kurang nyaman dengan perubahan nilai investasi. Investor moderat masih dapat menerima fluktuasi tertentu untuk mendapatkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi. Sementara investor agresif lebih siap menghadapi perubahan nilai yang besar karena memiliki tujuan investasi jangka panjang.

Tidak ada profil risiko yang lebih baik dari yang lain.

Akan tetapi, khusus untuk reksa dana saham, profil risiko yang lebih sesuai adalah investor agresif. Hal ini karena karakteristik reksa dana saham memiliki volatilitas yang relatif tinggi, sehingga membutuhkan investor yang siap menghadapi naik-turunnya nilai investasi dalam jangka pendek dan memiliki orientasi investasi jangka panjang. Dengan profil risiko yang agresif, investor diharapkan lebih mampu menghadapi fluktuasi pasar tanpa terburu-buru mengambil keputusan hanya karena nilai investasinya sedang turun.

Kalau penurunan nilai investasi dalam jangka pendek membuat kamu sulit tidur atau langsung ingin menjual, reksa dana saham mungkin perlu dipertimbangkan kembali. Sebaliknya, jika kamu memahami bahwa fluktuasi merupakan bagian dari investasi jangka panjang dan tetap mampu mengikuti rencana, reksa dana saham bisa menjadi salah satu pilihan yang sesuai.

Tentukan Tujuan Investasi

Sebelum membeli reksa dana saham, tentukan terlebih dahulu tujuan investasinya.

Kamu ingin menggunakan dana tersebut untuk apa?

Misalnya untuk dana pensiun, pendidikan anak, membeli rumah, atau membangun aset dalam jangka panjang.

Tujuan ini penting karena setiap kebutuhan memiliki jangka waktu yang berbeda.

Uang yang akan digunakan dalam waktu satu tahun tentu membutuhkan strategi yang berbeda dengan uang yang baru akan digunakan 10 atau 20 tahun lagi.

Reksa dana saham umumnya lebih sesuai untuk tujuan jangka panjang karena dalam jangka pendek nilainya dapat mengalami fluktuasi yang cukup besar.

Misalnya kamu ingin membeli kendaraan enam bulan lagi. Menggunakan reksa dana saham untuk kebutuhan tersebut memiliki risiko karena ketika waktu pembelian tiba, kondisi pasar bisa saja sedang turun.

Namun, kalau dana tersebut baru akan digunakan untuk kebutuhan 10 tahun lagi, kamu memiliki waktu yang lebih panjang untuk menghadapi naik-turunnya pasar.

Tentukan Berapa Dana yang Ingin Dikumpulkan

Setelah tujuan dan jangka waktu ditentukan, langkah berikutnya adalah menghitung target dana.

Misalnya kamu ingin menyiapkan dana pensiun Rp1 miliar dalam 20 tahun. Target tersebut kemudian perlu diterjemahkan menjadi berapa dana yang perlu disisihkan setiap bulan.

Dengan begitu, kamu memiliki angka yang bisa digunakan sebagai patokan dalam berinvestasi.

Jumlah investasi bulanan juga tidak harus sama untuk selamanya.

Ketika penghasilan meningkat, kamu bisa menambah jumlah investasi. Begitu juga ketika kondisi keuangan berubah, jumlah investasi dapat disesuaikan kembali.

Yang penting, target tersebut dibuat berdasarkan kondisi keuangan yang realistis.

Siapkan Mental untuk Menghadapi Naik Turun Pasar

Ini bagian yang sering dilupakan ketika seseorang baru mulai investasi reksa dana saham.

Nilai investasi tidak akan selalu naik.

Ada periode ketika pasar tumbuh, tetapi ada juga saat ketika pasar mengalami penurunan. Bahkan, penurunan dalam jangka pendek bisa terjadi ketika kondisi perusahaan, ekonomi, atau sentimen pasar berubah.

Karena itu, sebelum mulai investasi, kamu perlu memahami bahwa fluktuasi merupakan bagian dari karakteristik reksa dana saham.

Misalnya kamu membeli reksa dana saham untuk tujuan 10 tahun. Kemudian pada tahun kedua nilainya turun 15%.

Penurunan tersebut memang tidak menyenangkan untuk dilihat. Namun, keputusan selanjutnya sebaiknya tidak hanya berdasarkan angka tersebut.

Lihat kembali tujuan awal, jangka waktu investasi, dan alasan kamu memilih produk tersebut.

Kalau tujuan masih sembilan tahun lagi dan kondisi fundamental serta strategi investasi produk masih sesuai, penurunan jangka pendek tidak otomatis berarti rencana investasi harus dihentikan.

Inilah alasan mengapa menentukan tujuan dan profil risiko sejak awal menjadi penting.

Pelajari Produk Sebelum Membeli

Setelah semua fondasi tersebut siap, barulah masuk ke tahap memilih reksa dana saham.

Jangan memilih produk hanya karena melihat return tertinggi dalam satu periode. Kinerja historis memang bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.

Pelajari juga strategi investasi yang digunakan, siapa Manajer Investasinya, bagaimana komposisi portofolionya, serta informasi lain yang tersedia dalam prospektus dan Fund Fact Sheet.

Setiap reksa dana saham memiliki karakteristik yang berbeda. Ada produk yang lebih agresif, memiliki fokus pada sektor tertentu, atau menggunakan strategi yang berbeda dalam memilih saham. Karena itu, produk yang memberikan hasil baik untuk satu investor belum tentu sesuai dengan kebutuhan investor lainnya.

Salah satu produk reksa dana saham yang dapat dipertimbangkan adalah Sucorinvest Maxi Fund. Berdasarkan NAB per 31 Agustus 2026, produk ini mencatatkan return 39,94% dalam satu tahun terakhir. Pada periode yang sama, IHSG mencatatkan return -15,19%.

Di tengah kondisi IHSG yang sedang tertekan, Sucorinvest Maxi Fund justru mampu mencatatkan return positif dan mengungguli benchmark-nya, yaitu IHSG. Meski demikian, kinerja historis tetap bukan jaminan atas kinerja di masa yang akan datang. Karena itu, tetap pahami karakteristik dan risiko produk sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Mulai dengan Nominal yang Sesuai

Tidak ada keharusan untuk langsung berinvestasi dengan jumlah besar.

Kalau kemampuan kamu saat ini baru Rp500 ribu atau Rp1 juta per bulan, mulai dari angka tersebut.

Yang lebih penting adalah investasi tersebut tidak mengganggu kebutuhan utama dan bisa dilakukan secara konsisten.

Seiring waktu, jumlah investasi dapat ditingkatkan ketika pendapatan bertambah atau kondisi keuangan menjadi lebih baik.

Memulai lebih awal dengan nominal yang realistis juga memberikan keuntungan dari sisi waktu. Dana yang diinvestasikan memiliki waktu lebih panjang untuk berkembang dan mendapatkan manfaat dari efek compounding.

Jadi, Apa yang Perlu Disiapkan?

Sebelum mulai investasi reksa dana saham, setidaknya ada beberapa hal yang perlu kamu pastikan:

Pertama, cashflow sudah sehat. Pastikan masih ada dana yang dapat dialokasikan setelah kebutuhan rutin terpenuhi.

Kedua, dana darurat sudah tersedia. Jangan menggunakan investasi jangka panjang sebagai cadangan untuk kebutuhan mendadak.

Ketiga, kenali profil risiko. Pastikan kamu siap dengan fluktuasi yang menjadi karakteristik reksa dana saham.

Keempat, tentukan tujuan dan jangka waktu. Semakin jelas tujuan investasi, semakin mudah menentukan strategi yang sesuai.

Kelima, tentukan target dana dan investasi bulanan. Dengan angka yang jelas, perkembangan investasi bisa lebih mudah dievaluasi.

Keenam, pahami produk sebelum membeli. Jangan hanya melihat return, tetapi pelajari juga strategi dan karakteristik reksa dana tersebut.

Dengan fondasi yang sudah disiapkan sejak awal, kamu bisa menghadapi perjalanan investasi dengan lebih tenang.

Mulai Investasi Reksa Dana di SayaKaya

Kalau kamu sudah memiliki cashflow yang sehat, dana darurat yang cukup, serta tujuan investasi jangka panjang, reksa dana saham bisa menjadi salah satu pilihan untuk membangun aset.

Melalui SayaKaya, kamu dapat menemukan berbagai pilihan reksa dana dan menyesuaikannya dengan profil risiko serta tujuan investasi kamu.

Tidak perlu menunggu punya uang dalam jumlah besar untuk mulai. Yang penting, mulai dari jumlah yang sesuai kemampuan dan jalankan secara konsisten.

Disclaimer: Investasi reksa dana mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa yang akan datang. Calon investor wajib membaca dan memahami prospektus dan informasi ringkas produk investasi (Fund Fact Sheet) sebelum berinvestasi dan menyesuaikan pilihan investasi dengan profil risiko serta tujuan keuangan masing-masing.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apa saja yang harus disiapkan sebelum memulai investasi reksa dana saham?

Pastikan kondisi keuangan sudah sehat, siapkan dana darurat terlebih dahulu, kenali profil risiko, tentukan tujuan investasi, tentukan berapa dana yang ingin dikumpulkan, siapkan mental untuk menghadapi naik turun pasar, pelajari produk sebelum membeli, dan mulai dengan nominal yang sesuai.

2. Kenapa dana darurat penting sebelum investasi reksa dana saham?

Karena reksa dana saham memiliki risiko volatilitas yang lebih besar dibanding instrumen lainnya. Kalau kamu tidak memiliki dana darurat dan tiba-tiba membutuhkan uang ketika pasar sedang turun, investasi mungkin harus dicairkan pada saat yang kurang tepat.

3. Profil risiko seperti apa yang lebih sesuai untuk reksa dana saham?

Akan tetapi, khusus untuk reksa dana saham, profil risiko yang lebih sesuai adalah investor agresif. Hal ini karena karakteristik reksa dana saham memiliki volatilitas yang relatif tinggi, sehingga membutuhkan investor yang siap menghadapi naik-turunnya nilai investasi dalam jangka pendek dan memiliki orientasi investasi jangka panjang.

4. Apakah reksa dana saham cocok untuk tujuan investasi jangka pendek?

Reksa dana saham umumnya lebih sesuai untuk tujuan jangka panjang karena dalam jangka pendek nilainya dapat mengalami fluktuasi yang cukup besar. Uang yang akan digunakan dalam waktu satu tahun tentu membutuhkan strategi yang berbeda dengan uang yang baru akan digunakan 10 atau 20 tahun lagi.

5. Apakah harus langsung berinvestasi dengan jumlah besar?

Tidak ada keharusan untuk langsung berinvestasi dengan jumlah besar. Kalau kemampuan kamu saat ini baru Rp500 ribu atau Rp1 juta per bulan, mulai dari angka tersebut. Yang lebih penting adalah investasi tersebut tidak mengganggu kebutuhan utama dan bisa dilakukan secara konsisten.

6. Apa yang perlu diperhatikan sebelum memilih reksa dana saham?

Jangan memilih produk hanya karena melihat return tertinggi dalam satu periode. Pelajari juga strategi investasi yang digunakan, siapa Manajer Investasinya, bagaimana komposisi portofolionya, serta informasi lain yang tersedia dalam prospektus dan Fund Fact Sheet.


Penulis: Gilang Dwi Laksana

Editor: Hardy Tandoko (bersertifikasi WPPE, WMI, dan CSA)

Mulai Investasi Lebih Mudah Bersama SayaKaya

Temukan reksa dana sesuai tujuan investasi, dan mulai investasi hanya dalam beberapa langkah.

[Download Aplikasi SayaKaya Sekarang!]

Lihat Blog Lainnya

thumbnail
Education 31 Agustus 2026

Merdeka Finansial untuk Karyawan Bergaji UMR, Mungkinkah?

Pukul 19.30, Sarah baru sampai kos setelah menembus macet dari kantornya di kawasan Sudirman. Slip gaji bulan ini menunjukkan angka yang sama seperti bulan-bulan sebelumnya: setara UMP DKI Jakarta 2026, sekitar Rp5.729.876. Setelah kos, makan, transportasi, dan cicilan HP, sisa di rekening sering kali tak sampai lima ratus ribu rupiah. Ia pernah membaca istilah "merdeka finansial" di media sosial, tapi rasanya itu dunia milik orang bergaji dua digit, bukan dunia UMR.

Baca Selengkapnya
thumbnail
Market Update 28 Agustus 2026

Kesepakatan Hormuz Redakan Harga Minyak, Namun Keyakinan Konsumen AS Melemah dan CAD Indonesia Melebar, Apa Dampaknya bagi Investor? (Weekly Newsletter 28 Agustus 2026)

Pekan terakhir Agustus 2026 diwarnai perkembangan yang saling bertolak belakang di berbagai penjuru dunia. Iran dan Oman sempat mencapai kesepakatan mengenai pembagian wilayah perairan dan pendapatan dari Selat Hormuz yang mendorong harga minyak dunia turun tiga hari berturut-turut, namun harga Brent kembali pulih ke atas $89 per barel setelah eskalasi perang Rusia-Ukraina mengalihkan perhatian pasar dari Timur Tengah ke Eropa Timur. Di saat yang sama, keyakinan konsumen Amerika Serikat merosot ke level terendah sejak awal tahun, sementara Wall Street justru menguat berkat kinerja kuartalan Nvidia yang membangkitkan kembali antusiasme sektor kecerdasan buatan, di tengah penantian investor terhadap pidato Chairman The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole.

Baca Selengkapnya
thumbnail
Education 27 Agustus 2026

Bagaimana Strategi Menyiapkan Dana Darurat dengan Gaji UMR?

Punya gaji UMR bukan berarti sulit memiliki dana darurat.

Baca Selengkapnya

Aplikasi SayaKaya:
Mudah, Cepat, dan Terkurasi!

Semua orang kini bisa berinvestasi Reksa Dana dengan mudah hanya lewat satu aplikasi saja. Download sekarang!

HFM - Unverified - Shadow HFM - Verified - Shadow HFM - Unverified HFM - Verified stars
Sayakaya Logo Copyright ©2024 Landing Page
Download Aplikasi
PT SAYAKAYA LAHIR BATIN
location Sahid Sudirman Centre lt 12
Jl. Jend. Sudirman No.Kav. 13-15, Jakarta 10220
phone +62212527989
email hi@sayakaya.id
SayaKaya adalah aplikasi investasi reksa dana yang berlaku sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan produk reksa dana dan manajer investasi pilihan yang telah terkurasi. Dikelola dan dikembangkan oleh PT Sayakaya Lahir Batin yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dengan nomor registrasi KEP-17/PM.21/2021.

Investasi reksa dana mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Calon pemodal/pemodal wajib mempelajari prospektus sebelum berinvestasi reksa dana. Dalam melakukan transaksi jual dan beli reksa dana, calon pemodal/pemodal diharapkan memperhatikan profil risiko, kondisi keuangan serta tujuan investasi dari masing-masing calon pemodal/pemodal.