Mau Cari Reksa Dana Syariah dengan Return Relatif Stabil di Tengah Ketidakpastian Geopolitik? Kenali STAR Stable Amanah Sukuk
Key Takeaways
- Konsisten unggul dari tolok ukur sejak peluncuran Sejak diluncurkan pada November 2023, STAR Stable Amanah Sukuk mencatatkan kinerja 19,69% jauh melampaui tolok ukurnya yang hanya 13,32%. Bahkan dalam 1 tahun terakhir pun kinerjanya (5,93%) masih di atas benchmark (4,68%), meski sempat melambat di periode bulanan terbaru.
- Stabilitas dibangun dari seleksi kredit yang disiplin, bukan sekadar mengejar yield Dengan lebih dari 96% portofolio ditempatkan pada sukuk korporasi dan rata-rata rating kredit AA-, fund ini mengandalkan pendekatan bottom-up credit analysis untuk menjaga kualitas penerbit strategi yang jadi kunci mengapa produk ini diposisikan sebagai instrumen syariah "tahan banting" di tengah gejolak pasar.
- Investasi minimum hanya Rp100.000 dengan klasifikasi risiko rendah-sedang membuat produk ini mudah diakses namun investor tetap perlu memperhatikan risiko wanprestasi emiten dan konsentrasi sektor (infrastruktur, properti, pulp & paper) sebelum menempatkan dana.
Di tengah ketidakpastian geopolitik global mulai dari ketegangan dagang, fluktuasi harga komoditas, hingga volatilitas pasar obligasi banyak investor mencari instrumen syariah dengan potensi return yang relatif lebih stabil dibanding saham. Reksa Dana Syariah STAR Stable Amanah Sukuk hadir sebagai salah satu jawabannya: produk reksa dana pendapatan tetap berbasis syariah yang dikelola oleh PT Surya Timur Alam Raya Asset Management (STAR AM), anak perusahaan PT Aldiracita Sekuritas Indonesia yang telah berdiri sejak 1990. Reksa dana ini efektif sejak 5 Juli 2023, resmi diluncurkan pada 8 November 2023, dan menggunakan Bank Syariah Indonesia sebagai bank kustodian. Berdasarkan Fund Fact Sheet per 30 Juni 2026, Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit tercatat Rp1.196,8579 dengan total dana kelolaan mencapai Rp1,31 triliun indikasi skala pengelolaan yang cukup besar untuk kategori pendapatan tetap syariah.
Alokasi dominan pada Efek Syariah Utang, seperti sukuk korporasi, menjadi strategi utama produk ini dalam menjaga stabilitas nilai investasi di tengah dinamika pasar. Bagi investor yang sudah familiar dengan mekanisme reksa dana, artikel ini merangkum data teknis, komposisi portofolio, kinerja historis, hingga faktor risiko utama sebagai bahan evaluasi sebelum menempatkan dana pada instrumen ini.
Apa Itu Reksa Dana Syariah STAR Stable Amanah Sukuk?
Reksa Dana Syariah STAR Stable Amanah Sukuk termasuk kategori Pendapatan Tetap (Fixed Income) yang berinvestasi pada efek bersifat utang dan/atau instrumen pasar uang syariah dalam negeri.
Tujuan Investasi
Tujuan utama produk ini adalah mengupayakan tingkat pertumbuhan yang stabil dan berkesinambungan dengan tingkat risiko yang terukur, melalui investasi yang sesuai Kebijakan Investasi dan tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah di Pasar Modal. Bagaimana Kebijakan Investasi dan Komposisi Portofolionya? Kebijakan investasi reksa dana ini dialokasikan pada dua instrumen utama:
- Efek Syariah Utang: 80% – 100%
- Pasar Uang Syariah: 0% – 20%
Komposisi Portofolio Terkini
Per akhir Juni 2026, alokasi aktual portofolio adalah sebagai berikut:
- Surat Utang Korporasi: 96,54%
- Deposito: 2,52%
- Kas/Setara Kas: 0,94%
10 Efek Terbesar dalam Portofolio
Berikut daftar sepuluh efek dengan porsi terbesar (disusun berdasarkan abjad, sesuai fact sheet):

Portofolio ini menunjukkan konsentrasi cukup signifikan pada sektor infrastruktur (Tower Bersama), properti (Bumi Serpong Damai), serta industri pulp and paper (Lontar Papyrus, Pindo Deli, OKI, Indah Kiat), yang perlu diperhatikan investor dari sisi diversifikasi sektoral.
Bagaimana Kinerja Reksa Dana Syariah STAR Stable Amanah Sukuk?

Kinerja dibandingkan dengan tolok ukur Indonesia Deposit Rate IDR 1 Bulanan + 2%, per data 30 Juni 2026:
Kinerja Tertinggi dan Terendah
• Kinerja bulanan tertinggi: Juli 2025, sebesar 1,24% • Kinerja bulanan terendah: Juni 2026, sebesar -0,67% Menariknya, dalam periode 1 tahun terakhir dan sejak peluncuran, kinerja reksa dana ini secara konsisten mengungguli tolok ukurnya. Namun pada periode 1 bulan, 3 bulan, dan YTD terbaru, kinerja berada di bawah tolok ukur sebuah pola yang wajar terjadi pada instrumen pendapatan tetap yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga dan yield obligasi.
Apa Strategi Investasi di Balik Stabilitas STAR Stable Amanah Sukuk?
Tiga Pilar Strategi Investasi
- Active Credit Selection dengan Pendekatan Fundamental mengombinasikan bottom-up credit analysis dengan analisis makroekonomi untuk menentukan pemilihan instrumen dan alokasi portofolio, didukung credit model yang dirancang untuk memitigasi dan mengendalikan risiko kredit, dengan fokus pada kualitas penerbit, bukan sekadar mengejar tingkat imbal hasil.
- Portofolio Berkualitas Tinggi berinvestasi pada 15 penerbit (issuers) dari 5 sektor industri, dengan rata-rata credit rating AA- yang menunjukkan kualitas kredit portofolio yang kuat, serta diversifikasi sektor yang membantu mengurangi konsentrasi risiko investasi.
- Strategi Fixed Income yang Stabil sekitar 92,9% portofolio ditempatkan pada sukuk/fixed income sehingga memberikan karakteristik investasi yang relatif stabil, sementara sisanya sekitar 7,1% ditempatkan pada instrumen setara kas untuk menjaga likuiditas. Kombinasi ketiga pilar inilah yang mendasari positioning produk sebagai instrumen syariah dengan return relatif stabil di tengah ketidakpastian pasar sejalan dengan kebutuhan investor yang disebutkan di awal artikel ini.
Indikasi Imbal Hasil dan Sensitivitas Risiko
- Indicative Running Yield: 5,5% – 6%*
- Fund diposisikan pada kombinasi kualitas kredit menengah dengan sensitivitas suku bunga terbatas (limited), mencerminkan upaya menjaga stabilitas nilai investasi di tengah fluktuasi suku bunga.
Disclaimer: *Indikasi return dapat berubah mengikuti kondisi pasar, pergerakan harga instrumen, dan perubahan komposisi portofolio. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan atau menjamin kinerja masa depan.
Penghargaan
STAR Stable Amanah Sukuk tercatat meraih Indonesia Sharia and Halal Top Brand Awards 2025 dari Warta Ekonomi, menjadi salah satu bentuk pengakuan pasar terhadap produk ini. Meski demikian, angka-angka di atas adalah snapshot per Juli 2025. Untuk keputusan investasi, investor tetap perlu merujuk pada data Fund Fact Sheet dan prospektus edisi terbaru sebagaimana dijabarkan pada bagian-bagian sebelumnya.
Berapa Biaya dan Minimum Investasi yang Berlaku?
Struktur Biaya
- Biaya Pembelian: maksimum 2%*
- Biaya Penjualan Kembali: maksimum 2%*
- Biaya Pengalihan: maksimum 2%*
- Biaya Manajemen (Management Fee): maksimum 2,5% per tahun
- Biaya Kustodian: maksimum 0,5% per tahun
*Note: Seluruh biaya transaksi ditanggung oleh Sayakaya, sehingga nasabah tidak dikenakan biaya transaksi sama sekali.
Ketentuan Investasi Minimum
- Investasi Awal Minimum: Rp100.000
- Investasi Berikutnya Minimum: Rp100.000 Struktur biaya ini tergolong standar untuk kategori reksa dana pendapatan tetap syariah di Indonesia, dengan minimum investasi yang cukup terjangkau untuk berbagai profil investor.
Apa Saja Risiko Utama yang Perlu Diperhatikan? Fact sheet mencantumkan enam faktor risiko utama yang melekat pada produk ini:
- Risiko Berkurangnya Nilai Aktiva Bersih (NAB): Nilai unit penyertaan dapat naik maupun turun mengikuti fluktuasi harga efek dalam portofolio
- Risiko Wanprestasi: Potensi pihak penerbit efek (emiten) gagal memenuhi kewajiban pembayaran sesuai perjanjian.
- Risiko Perubahan Peraturan: Perubahan kebijakan atau regulasi Pasar Modal dan Pasar Modal Syariah dapat memengaruhi kinerja portofolio.
- Risiko Likuiditas dan Risiko Likuidasi: Keterbatasan dalam mencairkan aset portofolio pada harga wajar, serta risiko terkait proses pembubaran reksa dana.
- Risiko Perubahan Ekonomi: Kondisi makroekonomi seperti perubahan suku bunga dan inflasi berpotensi memengaruhi nilai efek syariah bersifat utang dalam portofolio.
Klasifikasi Risiko Produk
Berdasarkan fund fact sheet, reksa dana ini dikategorikan berisiko rendah-sedang, dengan catatan bahwa investor tetap memiliki eksposur terhadap volatilitas efek syariah bersifat utang, termasuk yang diterbitkan pemerintah dengan risiko relatif lebih tinggi.
Apakah Reksa Dana Ini Layak Dipertimbangkan?
Bagi investor yang sudah memahami mekanisme reksa dana dan mencari eksposur pendapatan tetap berbasis syariah dengan rekam jejak kinerja sejak peluncuran yang mengungguli tolok ukur (19,69% vs 13,32%), STAR Stable Amanah Sukuk bisa menjadi salah satu instrumen yang layak ditelaah lebih lanjut dengan tetap memperhatikan konsentrasi sektor pada portofolio serta risiko wanprestasi emiten sukuk korporasi.
Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa yang akan datang. Investasi reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal/pemodal wajib membaca dan memahami prospektus dan informasi ringkas produk investasi (Fund Fact Sheet) sebelum berinvestasi reksa dana. Dalam melakukan transaksi jual dan beli reksa dana, calon pemodal/pemodal diharapkan memperhatikan profil risiko, kondisi keuangan dan tujuan investasi dari masing-masing calon pemodal/pemodal.
FAQ Seputar Reksa Dana Syariah STAR Stable Amanah Sukuk
Apa Itu Reksa Dana Syariah STAR Stable Amanah Sukuk?
Reksa Dana Syariah STAR Stable Amanah Sukuk termasuk kategori Pendapatan Tetap (Fixed Income) yang berinvestasi pada efek bersifat utang dan/atau instrumen pasar uang syariah dalam negeri.
Bagaimana Kinerja Reksa Dana Syariah STAR Stable Amanah Sukuk?
Kinerja dibandingkan dengan tolok ukur Indonesia Deposit Rate IDR 1 Bulanan + 2%, per data 30 Juni 2026. Menariknya, dalam periode 1 tahun terakhir dan sejak peluncuran, kinerja reksa dana ini secara konsisten mengungguli tolok ukurnya. Namun pada periode 1 bulan, 3 bulan, dan YTD terbaru, kinerja berada di bawah tolok ukur sebuah pola yang wajar terjadi pada instrumen pendapatan tetap yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga dan yield obligasi.
Apa Saja Risiko Utama yang Perlu Diperhatikan?
Fact sheet mencantumkan enam faktor risiko utama yang melekat pada produk ini:
- Risiko Berkurangnya Nilai Aktiva Bersih (NAB) Nilai unit penyertaan dapat naik maupun turun mengikuti fluktuasi harga efek dalam portofolio.
- Risiko Wanprestasi Potensi pihak penerbit efek (emiten) gagal memenuhi kewajiban pembayaran sesuai perjanjian.
- Risiko Perubahan Peraturan Perubahan kebijakan atau regulasi Pasar Modal dan Pasar Modal Syariah dapat memengaruhi kinerja portofolio.
- Risiko Likuiditas dan Risiko Likuidasi Keterbatasan dalam mencairkan aset portofolio pada harga wajar, serta risiko terkait proses pembubaran reksa dana.
- Risiko Perubahan Ekonomi Kondisi makroekonomi seperti perubahan suku bunga dan inflasi berpotensi memengaruhi nilai efek syariah bersifat utang dalam portofolio.
Berdasarkan fact sheet, reksa dana ini dikategorikan berisiko rendah-sedang, dengan catatan bahwa investor tetap memiliki eksposur terhadap volatilitas efek syariah bersifat utang, termasuk yang diterbitkan pemerintah dengan risiko relatif lebih tinggi.
Apakah Reksa Dana Ini Layak Dipertimbangkan?
Bagi investor yang sudah memahami mekanisme reksa dana dan mencari eksposur pendapatan tetap berbasis syariah dengan rekam jejak kinerja sejak peluncuran yang mengungguli tolok ukur (19,69% vs 13,32%), STAR Stable Amanah Sukuk bisa menjadi salah satu instrumen yang layak ditelaah lebih lanjut dengan tetap memperhatikan konsentrasi sektor pada portofolio serta risiko wanprestasi emiten sukuk korporasi.
Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa mendatang, sehingga keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada pembacaan menyeluruh terhadap Prospektus resmi, bukan semata-mata ringkasan fact sheet ini.
Penulis: Hardy Tandoko (bersertifikasi WPPE, WMI, dan CSA)
Mulai Investasi Lebih Mudah Bersama SayaKaya
Temukan reksa dana sesuai tujuan investasi, dan mulai investasi hanya dalam beberapa langkah.
Download Aplikasi SayaKaya Sekarang!
https://sayakaya.go.link/download-disini
Lihat Blog Lainnya
Apa Itu Pasar Obligasi? Mengapa Memahami Pasar Obligasi Penting Sebelum Berinvestasi di Reksa Dana Pendapatan Tetap
Banyak investor pemula mengira bahwa pergerakan nilai reksa dana hanya dipengaruhi oleh kondisi pasar saham. Padahal, bagi reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran, pasar obligasi memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan kinerja investasinya.
Baca Selengkapnya
Apa Itu Profil Risiko Investasi dan Bagaimana Menentukan Strategi Investasi yang Sesuai?
Belakangan ini, investasi semakin populer di kalangan masyarakat. Berbagai informasi mengenai keuntungan saham, reksa dana, hingga aset lainnya mudah ditemukan di media sosial. Sayangnya, tidak sedikit orang yang mulai berinvestasi hanya karena Fear of Missing Out (FOMO) atau takut ketinggalan tren, tanpa melihat apakah instrumen investasi tersebut sesuai dengan karakter dan kemampuan mereka dalam menghadapi risiko.
Baca Selengkapnya
Seberapa Resilient Ekonomi & Pasar Keuangan Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik yang Kembali Memanas? (Weekly Newsletter 24 Juli 2026)
Di tengah memanasnya konflik AS-Iran yang mendorong harga minyak dunia ke level tertinggi dalam enam minggu terakhir, serangan Houthi terhadap kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah, dan ketidakpastian pasar global yang masih tinggi, ekonomi dan pasar keuangan Indonesia justru menunjukkan sinyal-sinyal resiliensi yang cukup menggembirakan.
Baca Selengkapnya
