Memahami Reksa Dana Sucorinvest SOE Plus Equity Fund (SUSOEF), Mengapa Cocok Untuk Investasi Jangka Panjang?

22 Juli 2026 Ditulis oleh Hardy Tandoko
Featured

Key Takeaways:

  1. SUSOEF adalah reksa dana saham berbasis BUMN yang memberikan eksposur sekaligus ke sektor perbankan, barang baku, energi dan infrastruktur hanya melalui satu produk investasi.
  2. Saham-saham dalam portofolio SUSOEF umumnya memiliki fundamental kuat, valuasi relatif murah, dan menawarkan dividend yield yang kompetitif, di mana dividen tersebut tidak dibagikan langsung, melainkan diinvestasikan kembali sehingga tercermin langsung pada kenaikan NAB.
  3. SUSOEF cocok untuk investor dengan profil risiko agresif yang memiliki horizon investasi jangka panjang > 5 tahun dan siap menghadapi fluktuasi nilai investasi dalam jangka pendek.

Sucorinvest SOE Plus Equity Fund (SUSOEF) adalah reksa dana saham yang dikelola oleh PT Sucorinvest Asset Management, dengan fokus investasi pada saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta perusahaan afiliasinya. Reksa dana ini berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang merujuk pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, dan menjadi salah satu opsi bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur ke sektor-sektor strategis nasional seperti perbankan, energi, tambang, dan infrastruktur melalui satu produk investasi.

Bagi investor jangka panjang, manfaat utama berinvestasi pada SUSOEF terletak pada kombinasi pengelolaan profesional, potensi pertumbuhan nilai investasi, serta diversifikasi otomatis ke berbagai saham BUMN tanpa perlu membeli saham satu per satu. Saham-saham BUMN dalam portofolio SUSOEF umumnya memiliki fundamental yang baik, valuasi yang relatif murah, serta menawarkan dividend yield yang kompetitif; meskipun dalam hal ini dividen tidak dibagikan langsung ke nasabah, melainkan direinvestasikan kembali ke dalam portofolio sehingga dampaknya tercermin langsung dari kenaikan NAB. Dampaknya, investor turut mendapatkan eksposur terhadap kinerja sektor-sektor yang menopang perekonomian nasional, sekaligus memanfaatkan likuiditas harian dan transparansi informasi yang menjadi ciri khas produk reksa dana terbuka.

Berdasarkan informasi ringkas (fund fact sheet) per 29 Juni 2026, SUSOEF resmi dinyatakan efektif pada 14 Juli 2025 dan diluncurkan ke publik pada 14 November 2025, dengan Total Nilai Aktiva Bersih sebesar Rp 201,56 miliar dan Harga Unit (NAB per Unit) Rp 878,18. Artikel ini mengupas lebih lanjut manfaat, dampak, profil pengelola, kebijakan investasi, risiko, kinerja historis, biaya, hingga cara berinvestasi pada SUSOEF berdasarkan data resmi terbaru.

Siapa Pengelola di Balik Sucorinvest SOE Plus Equity Fund?

Profil PT Sucorinvest Asset Management

PT Sucorinvest Asset Management berdiri sejak 1997 dan telah terdaftar serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan izin BAPEPAM & LK No. Kep-01/PM/MI/1999 tertanggal 1 Juni 1999. Per Juni 2026, total dana kelolaan perusahaan telah melampaui Rp 42,64 triliun, dan pada tahun yang sama perusahaan ini meraih penghargaan Asset Management Awards 2026 dari AsianInvestor.

Profil Bank Kustodian

Aset SUSOEF disimpan dan diawasi oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk, yang merupakan bank kustodian swasta nasional pertama yang memperoleh persetujuan OJK (saat itu Bapepam) melalui Surat Keputusan No. KEP-71/PM/1991 tertanggal 22 Agustus 1991.

Apa Manfaat dan Dampak Berinvestasi di Sucorinvest SOE Plus Equity Fund?

Manfaat Utama bagi Investor

Berdasarkan fund fact sheet, SUSOEF menawarkan lima manfaat utama yang relevan bagi investor jangka panjang:

  • Pengelolaan secara profesional oleh manajer investasi berpengalaman
  • Potensi pertumbuhan nilai investasi melalui eksposur ke saham-saham BUMN yang umumnya memiliki fundamental baik dan valuasi relatif murah, termasuk dari dividen rutin yang dibagikan emiten namun direinvestasikan kembali ke portofolio sehingga tercermin pada kenaikan NAB
  • Diversifikasi investasi lintas emiten dan sektor strategis dalam satu produk
  • Likuiditas, karena unit penyertaan dapat dicairkan sesuai periode penilaian harian
  • Transparansi informasi, tercermin dari publikasi rutin fund fact sheet dan laporan kinerja bulanan

Dampak bagi Portofolio dan Perekonomian Nasional Dari sisi dampak, berinvestasi pada SUSOEF berarti turut menempatkan dana pada emiten-emiten yang berperan besar dalam perekonomian Indonesia, mulai dari perbankan nasional, energi, pertambangan, hingga infrastruktur jalan tol. Bagi portofolio investor, hal ini memberikan diversifikasi sektoral secara instan tanpa perlu menganalisis dan membeli saham satu per satu. Namun, konsentrasi pada emiten BUMN juga berarti kinerja reksa dana akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan dan kondisi sektor publik, sehingga sebaiknya tetap menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio secara keseluruhan, bukan satu-satunya instrumen investasi.

Bagaimana Kebijakan dan Alokasi Aset SUSOEF?

Kebijakan Investasi

Sesuai kebijakan yang ditetapkan, alokasi dana SUSOEF diarahkan sebagai berikut:

  • Efek ekuitas BUMN, BUMD, dan afiliasinya: 80% – 100%
  • Efek bersifat utang dan/atau instrumen pasar uang dalam negeri: 0% – 20%

Komposisi Aset Aktual

Per akhir Juni 2026, realisasi alokasi aset SUSOEF adalah 98,96% pada efek ekuitas dan 1,04% pada instrumen pasar uang dalam negeri. Seluruh portofolio (100%) ditempatkan pada aset dalam negeri, tanpa eksposur ke aset luar negeri.

Sepuluh Saham Terbesar dalam Portofolio

Berdasarkan urutan abjad, sepuluh efek dengan porsi kepemilikan terbesar dalam portofolio SUSOEF adalah:

Alokasi Efek terbesar SUSOEF.png Source: Fund Fact Sheet SUSOEF, 30 Juni 2026

Komposisi ini menunjukkan diversifikasi lintas sektor perbankan, energi, tambang, dan infrastruktur, dengan sektor finansial mendominasi portofolio hingga 48,99%. Rata-rata saham perbankan BUMN dalam alokasi efek terbesar SUSOEF menghasilkan dividend yield hingga 7,64% (data dividend yield diperoleh berdasarkan harga penutupan 17 Juli 2026) dan karena dividen tersebut tidak dibagikan langsung ke nasabah melainkan direinvestasikan kembali ke portofolio, imbal hasil dari dividen ini akan langsung tercermin pada kenaikan NAB produk secara berkala.

Strategi Pengelolaan SUSOEF

Dalam mengeksekusi kebijakan investasinya, SUSOEF menerapkan dua pendekatan pengelolaan yang saling melengkapi:

1. Active Manage Strategy

Strategi ini berfokus pada saham-saham BUMN dan afiliasinya yang tergabung dalam indeks IDXBUMN20, dengan memperhatikan valuasi dan dividend yield masing-masing emiten. Alokasi per sektor dibatasi maksimal 30% atau mengikuti bobot sektoral pada IDXBUMN20, sehingga risiko konsentrasi dapat dikendalikan. Pendekatan ini menghasilkan profil risiko yang relatif lebih terukur dibanding reksa dana berkonsentrasi tinggi (high conviction).

2. Alpha Seeker

Strategi ini bergerak lebih aktif dalam mencari peluang dari saham-saham BUMN dan afiliasinya yang berpotensi menghasilkan imbal hasil di atas tolok ukur (alpha). Salah satu contoh penerapannya adalah penempatan pada saham Timah Tbk (TINS), yang dalam satu tahun terakhir mencatatkan return lebih dari 200%. Strategi ini juga menjaga bobot saham berkapitalisasi kecil, melakukan profit taking saat harga fundamental tercapai, serta secara disiplin menghindari saham-saham yang dinilai sudah overvalued.

Kombinasi kedua strategi ini memungkinkan SUSOEF untuk sekaligus menjaga keseimbangan portofolio melalui Active Manage strategy, sambil secara aktif mengejar potensi pertumbuhan lebih tinggi melalui Alpha Seeker.

Apa Saja Risiko Berinvestasi di SUSOEF?

Parameter risiko SUSOEF berada pada level tinggi, mengingat reksa dana ini berinvestasi pada kombinasi saham-saham BUMN, BUMD, dan afiliasinya yang pergerakan harganya cenderung fluktuatif mengikuti dinamika pasar saham.

Jenis-Jenis Risiko yang Perlu Diperhatikan

Beberapa risiko yang melekat pada SUSOEF antara lain:

  • Risiko perubahan kondisi ekonomi dan politik
  • Risiko berkurangnya nilai unit penyertaan
  • Risiko pembubaran dan likuidasi reksa dana
  • Risiko likuiditas bagi reksa dana terbuka
  • Risiko nilai tukar mata uang

Bagaimana Kinerja SUSOEF Sejak Diluncurkan?

Kinerja Dibandingkan Tolok Ukur IDXBUMN20, grafik & tabel berikut membandingkan kinerja SUSOEF dengan tolok ukurnya, yakni indeks IDXBUMN20:

SUSOEF vs Benchmark.png Tabel Kinerja SUSOEF.png Source: Fund Fact Sheet SUSOEF, 30 Juni 2026

Secara year-to-date (YTD) SUSOEF mencatatkan return sebesar -12,89% mengungguli tolok ukurnya IDXBUMN20 mencatatkan return -25,08%. Artinya SUSOEF unggul +12,19% dari benchmark.

Kinerja Bulanan Tertinggi dan Terendah Sejak diluncurkan, kinerja bulanan tertinggi SUSOEF tercatat sebesar 7,83% pada Februari 2026, sementara kinerja bulanan terendah berada di angka -11,83% pada Maret 2026. Fluktuasi ini mencerminkan karakter reksa dana saham yang memang rentan terhadap volatilitas jangka pendek.

Perlu diingat bahwa kinerja historis tidak mencerminkan atau menjamin kinerja di masa yang akan datang.

Berapa Biaya yang Dikenakan pada SUSOEF?

Struktur biaya SUSOEF terdiri dari biaya transaksi dan biaya pengelolaan, sebagai berikut: Struktur Biaya

  • Biaya Pembelian: Maksimal 2%*
  • Biaya Penjualan: Maksimal 1%*
  • Biaya Pengalihan: Maksimal 1%*
  • Biaya Manajemen: Maksimal 4% p.a.
  • Biaya Kustodian: Maksimal 0,20% p.a.

*Note: Biaya pembelian & penjualan gratis di aplikasi SayaKaya, biaya materai juga ditanggung oleh Sayakaya

Seluruh angka di atas merupakan batas maksimal yang dapat dikenakan, sehingga besaran aktual dapat berbeda tergantung kebijakan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang digunakan.

Bagaimana Cara Berinvestasi di Sucorinvest SOE Plus Equity Fund?

Langkah-Langkah Pembelian Unit Penyertaan

Secara umum, proses pembelian SUSOEF mengikuti alur berikut:

  • Unduh aplikasi SayaKaya melalui App Store atau Play Store, lalu lakukan registrasi.
  • Lengkapi data diri dan proses verifikasi (e-KYC) menggunakan KTP.
  • Cari dan pilih produk Sucorinvest SOE Plus Equity Fund di dalam aplikasi.
  • Baca dan pahami Prospektus dan/atau Fund Fact Sheet Sucorinvest SOE Plus Equity Fund yang tersedia di aplikasi sebelum melakukan pembelian.
  • Masukkan nominal pembelian (minimum Rp100.000) dan selesaikan pembayaran sesuai instruksi di aplikasi.
  • Kepemilikan unit penyertaan akan tercatat dan dapat langsung dipantau melalui aplikasi.

Disclaimer: Investasi reksa dana mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak menjamin/ mencerminkan indikasi kinerja di masa yang akan datang. Investasi Reksa Dana mengandung risiko. Calon investor/investor wajib membaca dan memahami prospektus dan informasi ringkas Produk Investasi (Fund Fact Sheet) sebelum berinvestasi Reksa Dana. Dalam melakukan transaksi jual dan beli Reksa Dana, calon investor/investor diharapkan memperhatikan profil risiko, kondisi keuangan serta tujuan investasi dari masing-masing calon investor/investor.

Penulis: Hardy Tandoko (bersertifikasi WPPE, WMI, dan CSA)


Mulai Investasi Lebih Mudah Bersama SayaKaya

Temukan reksa dana sesuai tujuan investasi,  dan mulai investasi hanya dalam beberapa langkah.

Download Aplikasi SayaKaya Sekarang!

https://sayakaya.go.link/download-disini

Lihat Blog Lainnya

thumbnail
Market Update 20 Juli 2026

Inflasi AS Melandai dan Klaim Pengangguran Turun, Ke Mana Arah Suku Bunga The Fed Selanjutnya?

Inflasi Amerika Serikat (AS) mencatatkan penurunan untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir pada Juni 2026, sementara jumlah klaim tunjangan pengangguran baru turun ke level terendah dalam beberapa pekan terakhir. Dua data ekonomi ini menjadi sorotan utama pasar global karena secara langsung mempengaruhi pertimbangan Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga ke depan.

Baca Selengkapnya
thumbnail
Market Update 17 Juli 2026

Mengapa Inflasi AS Melandai dan Rating Indonesia Tetap Stabil di Tengah Ketegangan Geopolitik yang Memanas dan Lonjakan Harga Minyak? (Weekly Newsletter 17 Juli 2026)

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas pertengahan Juli 2026, dipicu oleh krisis di Selat Hormuz setelah Iran mendeklarasikan penutupan jalur pelayaran strategis tersebut, menyusul serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran untuk ketiga kalinya dalam sepekan. AS merespons dengan memberlakukan kembali blokade terhadap Iran dan mengenakan tarif 20% atas kargo yang melintasi selat tersebut. Eskalasi ini mendorong harga minyak Brent melonjak ke atas US$85 per barel, memperpanjang kenaikan selama empat sesi berturut-turut dan memicu kekhawatiran baru terhadap rantai pasok energi global serta lonjakan inflasi lanjutan.

Baca Selengkapnya
thumbnail
Education 16 Juli 2026

Memahami Diversifikasi Reksa Dana, Bagaimana Strategi Ini Membantu Mengelola Risiko Investasi?

Reksa dana menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati karena menawarkan kemudahan dalam berinvestasi dan dikelola oleh manajer investasi profesional. Namun, seperti instrumen investasi lainnya, reksa dana tetap memiliki risiko yang dipengaruhi oleh kondisi pasar, suku bunga, hingga pergerakan ekonomi. Oleh karena itu, investor perlu menerapkan strategi yang tepat agar risiko investasi dapat dikelola dengan lebih baik. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah diversifikasi reksa dana.

Baca Selengkapnya

Aplikasi SayaKaya:
Mudah, Cepat, dan Terkurasi!

Semua orang kini bisa berinvestasi Reksa Dana dengan mudah hanya lewat satu aplikasi saja. Download sekarang!

HFM - Unverified - Shadow HFM - Verified - Shadow HFM - Unverified HFM - Verified stars
Sayakaya Logo Copyright ©2024 Landing Page
Download Aplikasi
PT SAYAKAYA LAHIR BATIN
location Sahid Sudirman Centre lt 12
Jl. Jend. Sudirman No.Kav. 13-15, Jakarta 10220
phone +62212527989
email hi@sayakaya.id
SayaKaya adalah aplikasi investasi reksa dana yang berlaku sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan produk reksa dana dan manajer investasi pilihan yang telah terkurasi. Dikelola dan dikembangkan oleh PT Sayakaya Lahir Batin yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dengan nomor registrasi KEP-17/PM.21/2021.

Investasi reksa dana mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Calon pemodal/pemodal wajib mempelajari prospektus sebelum berinvestasi reksa dana. Dalam melakukan transaksi jual dan beli reksa dana, calon pemodal/pemodal diharapkan memperhatikan profil risiko, kondisi keuangan serta tujuan investasi dari masing-masing calon pemodal/pemodal.