Masih Bingung Istilah-Istilah Dalam Investasi Reksa Dana? Berikut Rangkumannya!
Key Takeaways:
- Memahami istilah-istilah dasar reksa dana membantu investor mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri.
- Istilah seperti NAB, NAB/UP, Unit Penyertaan, Subscription, dan Redemption merupakan bagian dari proses investasi yang akan sering ditemui.
- Mengetahui peran Manajer Investasi, Bank Kustodian, serta memahami konsep risiko, return, dan diversifikasi membantu investor memilih produk yang sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risikonya.
Saat pertama kali belajar investasi reksa dana, banyak orang merasa bingung karena menemukan berbagai istilah yang terdengar asing. Mulai dari NAB, Manajer Investasi, subscription, hingga redemption. Padahal, istilah-istilah tersebut sebenarnya menggambarkan proses yang akan sering Anda temui saat berinvestasi.
Agar tidak lagi bingung, yuk kenali istilah-istilah penting dalam investasi reksa dana berikut ini:
1. Reksa Dana
Reksa dana adalah wadah yang menghimpun dana dari banyak investor untuk kemudian dikelola oleh Manajer Investasi ke berbagai instrumen, seperti saham, obligasi, atau pasar uang.
Dengan berinvestasi di reksa dana, Anda tidak perlu memilih sendiri aset yang akan dibeli karena semuanya sudah dikelola oleh tenaga profesional.
Bagaimana cara kerjanya?
Cara kerja reksa dana dimulai saat Anda membeli produk reksa dana melalui aplikasi investasi, misalnya di SayaKaya. Dana yang Anda investasikan tidak dikelola sendiri, melainkan digabungkan dengan dana dari banyak investor lainnya. Selanjutnya, Manajer Investasi akan mengelola dana tersebut dengan menempatkannya ke berbagai instrumen investasi, seperti saham, obligasi, atau pasar uang, sesuai dengan jenis reksa dana yang dipilih.
Misalnya, Anda membeli reksa dana pasar uang senilai Rp500.000. Dana tersebut akan digabungkan dengan dana investor lain dan diinvestasikan pada instrumen pasar uang yang relatif stabil. Seiring waktu, nilai investasi Anda bisa naik atau turun mengikuti perubahan Nilai Aktiva Bersih per Unit (NAB/UP). Anda dapat memantau perkembangan investasi melalui aplikasi. Jika suatu saat membutuhkan dana atau tujuan investasi telah tercapai, Anda bisa menjual kembali unit reksa dana (redemption), kemudian hasil penjualannya akan ditransfer ke rekening Anda.
2. Manajer Investasi (MI)
Manajer Investasi (MI) adalah perusahaan yang memiliki izin untuk mengelola dana investor. Mereka bertugas menentukan strategi investasi, memilih aset, dan mengelola portofolio sesuai tujuan produk reksa dana.
Bagaimana Cara Kerja Manajer Investasi?
Setelah dana dari para investor terkumpul dalam suatu produk reksa dana, Manajer Investasi (MI) akan mulai mengelolanya. Tugasnya adalah memilih instrumen investasi yang sesuai, seperti saham, obligasi, atau pasar uang, berdasarkan jenis reksa dana dan tujuan investasinya. Selanjutnya, Manajer Investasi akan memantau perkembangan pasar setiap hari. Jika ada perubahan kondisi ekonomi atau pasar, mereka dapat menyesuaikan portofolio, misalnya dengan menjual aset yang dinilai kurang menguntungkan atau membeli aset yang memiliki potensi lebih baik. Sebagai contoh, ketika pasar saham sedang tidak stabil, Manajer Investasi dapat mengurangi porsi saham dan mengalihkan sebagian dana ke obligasi atau instrumen pasar uang untuk membantu mengurangi risiko. Dengan demikian, investor tidak perlu memantau pasar atau mengambil keputusan investasi sendiri karena seluruh pengelolaan dana dilakukan oleh Manajer Investasi secara profesional sesuai dengan kebijakan investasi yang telah ditetapkan.
3. Nilai Aktiva Bersih (NAB)
Nilai Aktiva Bersih (NAB) adalah total nilai seluruh aset yang dimiliki reksa dana setelah dikurangi seluruh kewajibannya.
Mengapa penting?
Bagi investor, Nilai Aktiva Bersih (NAB) digunakan untuk mengetahui total nilai aset atau dana kelolaan suatu produk reksa dana. Informasi ini dapat memberikan gambaran mengenai besarnya dana yang dikelola oleh reksa dana tersebut, meskipun NAB bukanlah ukuran yang menentukan apakah suatu reksa dana memiliki kinerja yang baik atau buruk.
Sebagai investor, Anda lebih sering menggunakan NAB per Unit (NAB/UP) untuk memantau perkembangan nilai investasi karena NAB/UP menunjukkan harga setiap unit penyertaan yang dimiliki. Sementara itu, NAB biasanya digunakan saat membaca prospektus, Fund Fact Sheet, atau laporan bulanan reksa dana untuk mengetahui total aset bersih yang dikelola.
4. NAB per Unit (NAB/UP)
Nilai Aktiva Bersih per Unit (NAB/UP) adalah harga dari satu unit penyertaan reksa dana. Nilai ini dihitung dengan membagi total Nilai Aktiva Bersih (NAB) dengan jumlah unit penyertaan yang beredar. NAB/UP berubah setiap hari bursa mengikuti kenaikan atau penurunan nilai aset yang dimiliki reksa dana.
Mengapa penting?
Bagi investor, NAB/UP merupakan informasi yang paling sering digunakan karena menunjukkan nilai investasi yang dimiliki. Saat membeli reksa dana, NAB/UP menentukan berapa banyak unit penyertaan yang akan Anda peroleh. Sementara saat menjual reksa dana, NAB/UP menentukan berapa nilai investasi yang akan Anda terima. Dengan memantau perubahan NAB/UP, Anda dapat mengetahui apakah nilai investasi sedang naik atau turun.
5. Unit Penyertaan
Unit penyertaan adalah satuan yang menunjukkan jumlah kepemilikan Anda dalam suatu reksa dana. Saat membeli reksa dana, dana yang Anda investasikan akan dikonversi menjadi sejumlah unit penyertaan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih per Unit (NAB/UP) yang berlaku pada hari transaksi. Jumlah unit yang Anda miliki umumnya tetap, sedangkan nilai investasinya dapat berubah mengikuti naik atau turunnya NAB/UP.
Mengapa penting?
Bagi investor, unit penyertaan berfungsi sebagai bukti kepemilikan dalam suatu produk reksa dana. Semakin banyak unit penyertaan yang dimiliki, semakin besar porsi kepemilikan Anda pada reksa dana tersebut. Saat membeli reksa dana, Anda akan memperoleh sejumlah unit penyertaan, sedangkan saat menjualnya (redemption), jumlah unit yang dijual akan dikurangi dari total unit yang Anda miliki.
6. Portofolio Investasi
Portofolio investasi adalah kumpulan aset yang dimiliki oleh suatu reksa dana, seperti saham, obligasi, deposito, atau instrumen pasar uang. Sederhananya, portofolio menunjukkan ke mana dana para investor ditempatkan oleh Manajer Investasi.
Mengapa penting?
Bagi investor, dengan melihat portofolio investasi, Anda dapat mengetahui bagaimana dana dikelola serta memahami tingkat risiko dan potensi imbal hasil suatu reksa dana. Semakin besar porsi saham dalam portofolio, umumnya semakin tinggi pula potensi keuntungan dan risikonya.
7. Fund Fact Sheet (FFS)
Fund Fact Sheet (FFS) adalah dokumen ringkas yang diterbitkan secara berkala oleh Manajer Investasi untuk memberikan informasi mengenai kondisi dan kinerja suatu produk reksa dana. Dokumen ini biasanya memuat informasi seperti kinerja reksa dana, komposisi portofolio investasi, alokasi aset, NAB per Unit (NAB/UP), tingkat risiko, serta biaya yang dikenakan kepada investor.
Mengapa penting?
Fund Fact Sheet membantu investor memantau perkembangan reksa dana dan memahami bagaimana dana mereka dikelola. Dengan membaca dokumen ini, Anda dapat melihat apakah kinerja reksa dana masih sesuai dengan tujuan investasi, mengetahui aset apa saja yang dimiliki reksa dana, serta membandingkan beberapa produk sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
8. Diversifikasi
Diversifikasi adalah strategi menyebarkan investasi ke beberapa jenis aset atau instrumen agar risiko tidak bergantung pada satu investasi saja. Prinsip ini sering diibaratkan sebagai "jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang."
Mengapa penting?
Jika salah satu investasi mengalami penurunan nilai, investasi lainnya berpotensi membantu mengurangi dampak kerugian. Diversifikasi menjadi salah satu cara untuk mengelola risiko dalam berinvestasi.
9. Return
Return adalah keuntungan atau hasil yang diperoleh dari suatu investasi. Return dapat berupa kenaikan nilai investasi maupun pendapatan lain yang dihasilkan oleh investasi, tergantung jenis produknya.
Mengapa penting?
Return membantu investor mengetahui perkembangan hasil investasinya. Dengan membandingkan nilai investasi saat ini dengan nilai awal, Anda dapat melihat apakah investasi memberikan keuntungan atau justru mengalami penurunan.
10. Risiko Investasi
Risiko investasi adalah kemungkinan hasil investasi tidak sesuai dengan harapan, termasuk kemungkinan nilai investasi mengalami penurunan. Risiko merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari setiap jenis investasi.
Mengapa penting?
Dengan memahami risiko, Anda dapat memilih produk investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan dan kemampuan dalam menghadapi fluktuasi pasar.
11. Profil Risiko
Profil risiko adalah tingkat kenyamanan atau toleransi seseorang terhadap kemungkinan naik turunnya nilai investasi. Secara umum, profil risiko dibagi menjadi tiga, yaitu konservatif, moderat, dan agresif.
Mengapa penting?
Mengetahui profil risiko membantu Anda memilih produk investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, dan tingkat kenyamanan dalam menghadapi risiko.
12. Subscription
Subscription adalah proses pembelian unit penyertaan reksa dana. Dana yang Anda investasikan akan dikonversi menjadi sejumlah unit penyertaan berdasarkan NAB per Unit (NAB/UP) yang berlaku pada hari transaksi.
Mengapa penting?
Istilah ini akan sering Anda temui setiap kali melakukan pembelian reksa dana. Dengan memahami subscription, Anda akan mengetahui bahwa transaksi yang dilakukan adalah proses pembelian investasi.
13. Redemption
Redemption adalah proses menjual kembali sebagian atau seluruh unit penyertaan reksa dana sehingga hasil penjualannya akan ditransfer ke rekening investor.
Mengapa penting?
Istilah ini perlu dipahami karena digunakan ketika Anda ingin mencairkan hasil investasi, baik karena membutuhkan dana maupun karena tujuan investasi telah tercapai.
14. Switching
Switching adalah proses mengalihkan investasi dari satu produk reksa dana ke produk reksa dana lain yang masih dikelola oleh Manajer Investasi yang sama.
Mengapa penting?
Switching memudahkan investor mengubah strategi investasi tanpa harus mencairkan dana terlebih dahulu ke rekening pribadi.
15. Bank Kustodian
Bank Kustodian adalah bank yang bertugas menyimpan, mengadministrasikan, dan menjaga aset reksa dana secara terpisah dari Manajer Investasi. Dengan demikian, pihak yang mengelola investasi dan pihak yang menyimpan aset memiliki peran yang berbeda.
Mengapa penting?
Keberadaan Bank Kustodian memberikan perlindungan tambahan bagi investor karena aset reksa dana disimpan dan dicatat secara independen. Hal ini juga membantu memastikan pengelolaan reksa dana berjalan lebih transparan.
Disclaimer: Investasi reksa dana mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Calon investor wajib membaca dan memahami Prospektus serta Fund Fact Sheet sebelum berinvestasi.
Editor: Hardy Tandoko (bersertifikasi WPPE, WMI, dan CSA)
Penulis: Gilang Dwi Laksana
Lihat Blog Lainnya
Mengapa Geopolitik Kembali Memanas, Harga Minyak Brent Melonjak, dan Status Emerging Market Indonesia Terancam? (Weekly Newsletter 10 Juli 2026)
Geopolitik Timur Tengah kembali memanas awal Juli 2026 setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru ke Iran dan Presiden Trump mengeluarkan peringatan keras yang membuka peluang aksi militer lanjutan. Eskalasi ini langsung mendorong harga minyak Brent melonjak mendekati US$79 per barel, menguat hampir 10% dalam sepekan, meski OPEC+ tengah bersiap menambah kuota produksi Agustus 2026 sebesar 188.000 barel per hari. Lonjakan harga energi turut memperbesar risiko inflasi global, memaksa The Federal Reserve dalam rapat pertama di bawah Ketua baru Kevin Warsh mengambil sikap hati-hati dengan menahan suku bunga di 3,50%–3,75%, meski inflasi PCE naik ke 4,1% dan sejumlah pejabat menilai kenaikan lanjutan masih diperlukan.
Baca Selengkapnya
Mengapa Jangka Waktu Penting dalam Investasi Reksa Dana? Bagaimana Pengaruhnya terhadap Potensi Imbal Hasil?
Banyak orang beranggapan bahwa besarnya modal merupakan faktor utama yang menentukan hasil investasi. Padahal, dalam investasi reksa dana, jangka waktu memiliki peran yang sama pentingnya. Bahkan, investasi dengan modal yang tidak terlalu besar tetapi dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang berpotensi memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan investasi dengan modal besar dalam waktu singkat.
Baca Selengkapnya
Memahami Sucorinvest Premium Fund Kelas A, Apa Kelebihannya dan Cocok untuk Siapa?
Memahami Sucorinvest Premium Fund Kelas A (SPF-A) berarti mengenali reksa dana campuran yang dikelola oleh PT Sucorinvest Asset Management, perusahaan manajer investasi yang berdiri sejak 1997 dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Reksa dana ini berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) sesuai UU Pasar Modal, efektif sejak 6 Desember 2013 dan mulai ditawarkan kepada publik pada 27 Januari 2014. Disebut "reksa dana campuran" karena portofolionya menggabungkan tiga jenis instrumen sekaligus: saham (efek ekuitas), obligasi/sukuk (efek bersifat utang), dan instrumen pasar uang dalam negeri, dengan tujuan memberikan pertumbuhan modal yang optimal dalam jangka menengah hingga panjang.
Baca Selengkapnya
